Gambar Berita
Yunita Sari Jumat, 13 November 2020 - 13:16:41 WIB. | 40

Workshop Penanggungjawab Teknis Provinsi dan Kab/Kota Survei Status Gizi Balita pada masa pandemi COVID-19 dengan Protokol Kesehatan

Status  gizi  anak  di  bawah  lima  tahun  merupakan  indikator  kesehatan  yang penting karena usia Balita merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah gizi dan penyakit. Underweight dan wasting menunjukkan kekurangan gizi akut sedangkan stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Risiko yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka pendek diantaranya meningkatnya angka kesakitan dan angka kematian, gangguan perkembangan (kognitif, motorik, bahasa), meningkatnya beban ekonomi untuk biaya perawatan dan pengobatan anak yang sakit. Jangka panjang menyebabkan menurunnya kesehatan reproduksi, konsentrasi belajar, dan rendahnya produktivitas kerja. Dalam rangka mencapai target RPJMN 2024 maka perlu dilakukan pengawalan terhadap capaian indikator intervensi gizi spesifik maupun indikator intervensi gizi sensitif dan status gizi melalui suatu survei yang memberikan gambaran secara nasional maupun kabuaten/kota. Survei nasional terkait evaluasi status gizi yang terakhir dilaksanakan yaitu Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018. Namun demikian Riskesdas dilaksanakan setiap lima tahun sekali, sedangkan pemerintah ingin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap output dari indikator intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif dan status gizi di tiap kabupaten/kota. Oleh karena itu sejak tahun 2019 dilaksanakan SDSG-Pandemi COVID-19 Tahun 2020  dengan melakukan pengukuran terhadap status gizi Balita yang terintegrasi dengan Susenas Maret 2019, pada  tahun ini diselenggarakan Kegitan Survei Status Gizi Balita pada masa pandemi COVID-19 dengan Protokol Kesehatan merupakan studi ini berskala nasional, maka dalam pelaksanaannya diserahkan ke beberapa satker yang ada di Badan Litbangkes yang terbagi dalam 5 korwil. Korwil 1 sebagai penanggung jawab ialah Puslitbang Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Korwil II yaitu Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat, Korwil III yaitu Puslitbang Humaniora dan Manajemen Kesehatan, Korwil IV yaitu B2V2TOOT Tawangmangu, dan Korwil V yaitu B2P2VRP Salatiga. Dalam pelaksanaan Workshop Penanggungjawab Teknis (PJT) Provinsi dan Kab/Kota melalui virtual menggunakan zoom meeting yang diselenggarakan pada tanggal 11- 14 November 2020, pada acara ini Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat yakni Bapak Ir. Doddy Izwardy, MA menegaskan tujuan khususnya antara lain mendapatkan informasi tentang perilaku pemantauan pertumbuhan (frekuensi, alas an dan tempat) penimbangan BB, Pengukuran PB/TB, dan LILA pada masa Pandemi COVID-19. Memperoleh informasi mengenai Determinan Status Gizi Balita (pola konsumsi pangan, pola penyakit infeksi, perilaku imunisasi, akses pelayanan Kesehatan, kondisi ekonomikeluarga, dan kondisi sanitasi dan lingkugan) pada masa Pandemi COVID-19.


Berita Terkait

  • Pelantikan Simbolis Sanitarian Pengumpul Data dan Supervisi Pelaksanaan Workshop

    Selengkapnya
  • Pelatihan Enumerator Penelitian Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAM RT) di Indonesia

    Selengkapnya
  • Pelatihan Master of Training (MOT) Penelitian Studi Kualitas Air Minum Rumah Tangga Indonesia Tahun 2020

    Selengkapnya
  • Pembahasan Rekomendasi Kebijakan Hasil Litbangkes oleh Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

    Selengkapnya
  • Webinar bertajuk "Inovasi Percepatan Penurunan Stunting di Era Pandemi COVID-19"

    Selengkapnya

Cari Informasi di Website Kami

Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Jl. Percetakan Negara No. 29, Gd.5 Kotak Pos 1226 Jakarta 10560 Indonesia
(021) 42872392, 4241921

Peta Situs Kontak Kami
Best View Desktop: Google Chrome (1920 x 1080)