Gambar Berita
Zubaidah Jumat, 02 Juli 2021 - 15:49:25 WIB. | 2713

PERTEMUAN DALAM RANGKA PERSIAPAN KAJIAN DETERMINAN PERILAKU TERHADAP PENERIMAAN VAKSIN SARS-COV-2 DI KOMUNITAS PERDESAAN DAN PERKOTAAN,2 JULI 2021

Jakarta, 2 Juli 2021. Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat Badan Litbangkes untuk tahun 2021 melaksanakan 12 (duabelas) kajian untuk mendukung Program atau kebijakan yang diperlukan dalam waktu cepat. Salah satunya kajian yang diketuai oleh Helena Ullyartha, M.Biomed, Kajian Determinan Perilaku terkait penerimaan vaksin SARS-CoV-2 di komunitas Perdesaan dan perkotaan, Kajian dilaksanakan di Kabupaten Ogan Komering Ulu-Sumatera Selatan  dan Kota Jakarta Pusat-DKI Jakarta. Dalam persiapan kegiatan dan koordinasi tahap 1, diadakan pertemuan secara daring zoom meeting dan luring (aula Dinkes OKU)  dengan jumlah peserta 33 orang. Pertemuan meeting dibuka oleh Kepala Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat Ir.Doddy Izwardy,MA secara daring, dalam sambutan dan arahannya beliau menyampaikan bahwa Vaksin merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penyakit. Dengan adanya kejadian pandemic covid, diharapkan perubahan perilaku masyarakat dapat mencegah dan belajar dari kasus di negara-negara lain, karena di indonesia kunci permasalahan adalah perilaku. Hasil dari penelitian Determinan perilaku ini  diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merancang intervensi penyakit. Diharapkan penelitian tidak hanya berhenti pada dokumen saja. Jurnal sebagai referensi untuk disampaikan ke publik. Namun perlu adanya menerjemahkan penelitian menjadi kebijakan untuk masyarakat. Saat ini kita dihadapi dengan adanya penyakit baru. Kebijakannnya tidak lagi bisa seperti dulu dan hasil kajian ini diharapkan bisa diangkat menjadi kebijakan. Agar Nanti bisa dibuat dialog dan konsultasi kebijakan, dialog dengan pakar, dan konsultasi bisa menggunakan teknik komunikasi dengan banyak saluran. Sehingga nantinya dapat digunakan dalam formulasi kebijakan.Jika kebijakan tersebut sudah diimplementasikan, diharapkan agar peneliti kembali mengevaluasi apakah kajian tersebut bisa menjadi mental model.  Untuk mencapai itu, melalui 3 tahap. Pertama, kita harus melihat pattern of behaviour (membedah secara dalam dari sisi budaya masyarakat), kedua, melihat struktur of system di masing-masing daerah, dan selanjutnya dibuat mental model apakah model di OKU bisa diterapkan di tingkat nasional. Sementara itu, Kepala Dinkes OKU yang diwakili oleh Pengelola Program Imunisasi, Nani Raihani,SKM menyampaikan dalam paparannya  bahwa Sampai saat ini Dinas Kesehatan OKU sudah melaksanakan vaksinasi tahap 1 (Nakes) dan tahap 2 (lansia dan pelayan publik). Sekarang memasuki tahap 3 yaitu untuk masyarakat rentan dan masyarakat umum. Target sasaran untuk nakes, lansia dan pelayan publik sebanyak 48.539 dari populasi vaksinasi sebanyak 61.815. Fasilitas kesehatan yang memenuhi persyaratan pelaksana vaksin ada 18 puskesmas, dan 3 RS :  1 RSUD, 1 RS tentara dan 1 RS swasta. 30 orang dari RS (10 orang/RS) dan 90 orang dari puskesmas (5 orang/Puskesmas) telah terlatih sebagai Vaksinator. Situasi saat ini khususnya di baturaja sudah tidak bisa melayani vaksinasi dosis 1 karena vaksin yang tersisa untuk layanan vaksinasi dosis 2. kemudian vaksin astrazeneca yang dialokasi untuk TNI beserta keluarga besar dan purnawirawan. Cakupan untuk dosis 1 sudah 65,35% dan untuk dosis 2 masih 32,17% karena masih menunggu untuk pelaksanaan vaksinasi dosis 2. Beliau menyampaikan juga, Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan vaksinasi covid pada Awal pelaksanaan penerimaan terhadap vaksin masih sulit karena ada isu hoax yang beredar. Apalagi ketika isu astrazaneca beredar, laju cakupan vaksin melambat, Keterbatasan vaksin: ketika masyarakat sudah mulai mau, vaksinnya tidak ada, Jaringan internet beberapa fasyankes lemah sehingga menghambat input data di P-care sehingga mempengaruhi penerimaan sertifikat vaksin yang terlambat, dan jaringan listrik: sering terjadi mati lampu sehingga mempengaruhi jaringan internet, pelayanan dan penyimpanan vaksin. Sementara itu dalam Diskusi pertemuan ini juga disepakati bahwa Pelaksanaan survey online pengumpulan data dilakukan di 18 Puskesmas. Sasaran responden diutamakan untuk masyarakat rentan, lansia dan pelayan publik non ASN dan BUMN. Data yang diambil merupakan data sasaran vaksin mulai bulan Maret-Juni. Jadwal pelaksanaan survey mulai tanggal 13-26 Juli 2021. Tak ketinggalan dalam pertemuan ini juga dilakukan Uji Coba Kuesioner Survey Online  yang dipandu oleh salah satu anggota tim peneliti kajian dari baturaja Drh. Nungki Hapsari Suryaningtias          


Berita Terkait

  • REKRUTMEN TENAGA STUDI KOHOR TUMBUH KEMBANG ANAK TAHAP 2 TAHUN 2021

    Selengkapnya
  • REKRUTMEN TENAGA STUDI KOHOR TUMBUH KEMBANG ANAK TAHUN 2021

    Selengkapnya
  • Sosialisasi Updating TPG Korwil II Studi Status Gizi Indonesia Tahun 2021

    Selengkapnya
  • Rakornis Provinsi Korwil II Studi Status Gizi Indonesia

    Selengkapnya
  • Audiensi Penelitian Studi Kohor FRPTM dan TKA

    Selengkapnya

Cari Informasi di Website Kami

Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat

Jl. Percetakan Negara No. 29, Gd.5 Kotak Pos 1226 Jakarta 10560 Indonesia
(021) 42872392, 4241921

Peta Situs Kontak Kami
Best View Desktop: Google Chrome (1920 x 1080)